Showing posts with label Office Suite. Show all posts
Showing posts with label Office Suite. Show all posts

13.8.08

Another Amazing OFFICE SUITE for Linux

IBM LOTUS SYMPHONY

Cukup lama tidak mengikuti kabar berita Ibm Lotus Symphony kini telah mencapai beta 4. Dan ternyata memperoleh penghargaan sebagai PRODUCT OF THE YEAR 2008. Menakjubkan, setelah "hanya bisa menikmati openOffice, para pengguna Linux banyak berharap pada software besutan IBM ini. Instalasi terbilang sangat mudah karena IBM Lotus Symphony menyediakan Installer. Sepengetahuan saya IBM belum (atau Tidak) menyediakan source code ibm lotus symphony untuk publik :=((. Installer dapat didonlot DISINI. Tidak dibutuhkan pengetahuan khusus untuk mendonlot installer ibm lotus symphony, namun ukurannya yang sekitar 288 MB bisa membuat para pengguna dial-up modem bisa klenger. Barangkali ada baiknya FOSS-ID atau mirror dan situs open source lain di Indonesia bersedia menyimpan arsip installernya.

Symphony dan Compiz
Mengikuti petunjuk pada Installation guide donlot, save, buka terminal, login sebagai root (atau gunakan sudo) navigasikan ke arsip installer ber-ekstensi *.bin dan eksekusi dengan # sh *.bin tidak berjalan mulus pada mesin lenovo T61/ ubuntu 8.04 x86 dengan compiz aktif. Belum dilakukan peninjauan atau test lebih jauh, yang pasti installation wizard meluncur hanya display tidak sesuai harapan.



dicoba beberapa kali dan hasilnya sama saja :=((



Instalasi Tanpa X

Default Instalasi ibm lotus symphony adalah GUI (Ghrapical User Interface). Namun karena gagal memandang keindahan dan keseksian, akhirnya kembali tersuruk dalam dunia gelap Linux terminal, Non aktifkan X, di terminal eksekusi dengan $ sudo /etc/init.d/gdm stop. Log in sebagai root, dan navigasikan ke arsip installer disimpan. Sesuai Installation Guide, instalasi pada konsol harus menggunakan Flag -console sehingga eksekusinya menjadi # sh IBM_Lotus_Symphony_linux.bin -console konon Flag -silent juga berefek sama. Mengingat resource yang dibutuhkan Symphony cukup besar dan menggunakan Java yang cukup berat ada baiknya mesin dengan RAM Fisik 512 MB atau kurang, sebaiknya melakukan instalasi metode konsol ini. Konon pula, kabar burung menyatakan bagi pemilik RAM kurang dari 512 MB sebaiknya jangan install Symphony, karena akan cukup berat dalam menjalankannya. Tampaknya Symphony agak rakus dan kemaruk pada RAM.

Proses instalasi sangat mudah, tidak membutuhkan pemahaman khusus (tentu saja harus Faham perintah dalam bahasa Inggris), tampaknya belum ada yang membuat installer berbahasa Indonesia, Bugis, Sunda, Batak, Padang, Manado atau Jawa. Cukup tekan tombol ENTER beberapa kali dan akhirnya enter terakhr menyatakan finish. Bila tidak mengerti arti Finish, sebaiknya jangan menginstal aplikasi ini.

Tampilan
Mungkin karena belum pernah melihat (kecuali pada skrinsut di internet), tampilan pertama ibm Lotus Symphony cukup memakau, dominasi warna biru dan warna ubuntu (baca orange) sangat menonjol.



Biru elegan khas ibm dan orange khas ubuntu .... eh khas ibm terpampang dengan elegan, seksi dan menggoda. Anda tidak perlu repot mengunjungi situs porno yang biasanya menyimpan trojan untuk menyaksikan elegansi, keindahan dan keseksian. Cukuplah install ibm Lotus symphony.



Fitur
Konon fiturnya banyak dan beraneka ragam, tentu saja masih sekitar sebuah officeSuite. SpreadSheet-nya sekilas dalam percobaan cepat amat kompatibel dengan openOffice. Maksudnya untuk membuka file berekstensi *.ods tidak terjadi perubahan tata letak atau rendering yang amburadul, semua tampak rapi dan menakjubkan.



Hal terpenting sebagai officeSuite masa kini adalah kompatibilitas dengan product microsoft. Tanpa eksplorasi mendalam dan percobaan, secara umum kompatibilitas dengan product dan standar microsoft cukup baik.



Tolong jangan comment dan cuma nanya apakah bisa kompatibel dengan sang kontroversi OOXML karena jawabnya da pada ujung jari anda masing2 ....... silahkan berkenalan, mencoba dan putuskan akan menggunakan sebagai mesin produktifitas sehari-hari atau sekedar koleksi saja.

salam
sir BATS

22.3.08

Friend, OpenOffice & LapTop

Linux For a Trade Manager


One my best friend, she was 43 years old, enthuastic woman, work as Trade Manager for famous oil company I cant mention it . She bought Lenovo T61 lapTop after confusing . She has been using MacBook for long time. Her latest MacBook destroyed on the car accident . Lucky she was not get serious injured at that time.

Why she bought a Lenovo (?) it's rarely, Long Time Mac user can migrate easily. Guess what the reason (?). Her 14 years old boy wish to have lenovo and they both 2 units T61 with attractive discount. Her son is enthuastic ubuntu user :=)) he erase the xp-pro including the xp-iso inside and put GutsyGibbon instead. The mother will not has time for linuxing, she said "linux is for psychological sick person" ha ha ha ha ha . She may angry ; since when I have been visiting her home, her son is always enthusiasly discussing about linux. Other reason She really dont like, her son sitting infront of the monitor for long time at week end just for tweaking
linux box.

After 2 months using T61 with xp-pro, she was shocked with bunch of viruses, she bought NortonAntivirus 2008 for 3 user lisence at usd 75, another 17 days trojan, spyware attacked her LapTop. She really angry and quickly bought a
MacBook :=))

Two weeks ago, she gave me the LapTop and she wish to give a tray Linux. I joke her " do you wish to join psychological sick group ?" and we were laughing ...

What she do with LapTop
As a trade manager, her duties are accessing email a lot, 300 - 400 emails a day. Surfing the net, editing office documents, converting most office documents to *.pdf file, editing image, listening music and watch movie sometimes, accessing data-base via web browser. Its not so hard computer user.

Distro
Gentoo become the choice, but installing gentoo is pain, a lot of time investing and internet connection is mandatory, however most gentoo system is stable (opinion from a non-technical person but not faster as claimed by some gentoo's folk.

The installation went well with minimum (efficient) application :

gnome-light
Seamonkey Internet Suite (minus composer)
Gimp
XaraXtreme
F-spot
Gphoto
LeafPad
Audacious
Mplayer
Totem
Xchat
pidgin
Brasero
cups
OpenOffice Suite


Trouble with OpenOffice
The most trouble some is when installing openoffice. The applied USE Flags= binfilter odk sound webdav.
Thus the full USE Flags=binfilter odk sound webdav branding gtk gnome gstreamer and what happened 12 times failed to build with the same problem, complaining the bridgespython uno. I went to the source and did manually build and deliver python uno, but No Lucks python uno wont be delivered. Its spent the whole day struggling with oppenoffice and I almost give-up and decided to install openoffice-bin.

I left the latTop for three days

Long week end come, I touch the lapTop again, and start browsing the find clues about compiling openoffice 2.3.1-r1 in the portage. I found in the LFS web site However I prefer to use automatic installation method serve by gentoo portage, since will be easier for update, let say just running emerge -DNuv world everything will fine. I wish to show to LapTop owner, Linux is easy.

I made idiot decision. Wiping all the inetalling gentoo and start again from null. I just presumed, when openOffice itself pulling all her dependencies, then will be easier.

Installing base system just need 55 minutes a time price to install considering complete system in ubuntu since I have copy of stage-3 tarbal and portage-snapshot, thus the most time is for fetching gentoo-sources. Clean installed gentoo base system with bootable kernel, check internet connection and all went well.

Profile choosed is /usr/portage/profiles/default-linux/x86/2007.0/ mean, has use flag acl cups gdbm gpm nptl nptlonly unicode its what the portage was built. I add branding gnome gtk use flag for desktop integration plus CFLAG="-O2 -march=prescott -pipe -fomit-frame-pointer" and MAKEOPTS="-j3" with LINGUAS="en_US" for sure copied all in the distfiles to reduce fetching time Thats all.

When I was putting emerge -DNuvp openoffice 153 package should be fetched with 405 kb file shaould be downloaded since the rest was reside in the distfiles :=)). Before decided to compile 153 package, I worried about the RAM requirement. Well the machine have 4 GB RAM and about 11 GB free space at / partition, but compiling 153 package in one shot is not good idea. Thus the compilation doing at 4 times, after choosing certain dependencies packages with last touch openOffice itself.

By putting lm_sensors, sensord and smartmontools for monitoring the machine, starting compile openoffice time emerge -DNuv openOffice && halt. I started at 18.30 and went for hang out, back at about 22.30 and checked, the compiling run well :=)) but the both CPU Temperature indicate at 91 & 92 C deg FAN run at 3,400 RPM Free RAM 723455 kb. Really terrible. Decreasing the airCon in the room to 17 C deg and I went sleep.

Next day in the morning, I found the machine is switch-off good news :=)), swirching on and check, the openOffice well installed, check to the log, spent 485 minutes


Interesting ... but Not Good idea to compile openOffice ...

27.2.07

PDF - Adobe Oh... Adobe

Siapapun pengguna komputer mungkin tahu kepanjangan PDF : Portable Document Format. Tapi bukan itu yang pengen dibahas. Adobe boleh disebut PIONER sebagai produsen PDF Reader dengan nama dagang : Acrobat Reader.

Pada mulanya (sekitar th 1990) seorang bernama John Warnock, salah satu founder Adobe menanggapi serius ide tentang PAPERLESS OFFICE, karena ditenggarai dengan perkembangan teknologi komputer membuat pemakaian kertas meningkat dengan tajam. Kekhawatiran penggunaan kertas yg tak terkendali akan mengancam PUNAHNYA HUTAN di dunia ini, maklum sampai hari ini bubur kayu atau dikenal dengan pulp masih menjadi bahan utama pembuatan kertas. John Warnock, menyuguhkan ide tentang penampakan (display) dokumen lengkap dengan gambar di layar komputer dan sangat ringan untuk ditransport menggunakan e-mail. Maka muncullah PDF, sebagai pilihan. PDF boleh dikatakan format file paling universal hampir seimbang dengan HTML.

Sejak itulah Adobe menjadi organisasi terkemuka dalam 'mencipta' dokumen PDF dan tentu saja READER-nya laris manis, bahkan digratiskan. Tapi perangkat pembuat PDF-nya (PDF Producer, Distiller, Printer) TIDAK GRATIS. Artinya kalau mau bikin bayar, kalau cuma liat GRATIS !

Pengguna LINUX gergetan untuk mampu membaca dokumen berformat PDF; Adobe tampaknya 'kurang serius' menggarap pengguna Linux, terbukti support mereka untuk meluncurkan PDF Reader versi linux tampaknya tidak sepenuh hati. Versi 4 luar biasa payah dan Versi 5 tidak banyak berubah. Lama tidak terdengar kabarnya, atau aku yg tidak mendengar. Sampai akhirnya muncul versi 7 dan dimaintain dengan baik oleh adobe.

Itu pula yang terjadi pada diriku. Pilihan kujatuhkan pada AdobeReader, donlot dan install, mudah dan 'INDAH' karena script instalasinya berjalan cepat dan interaktif. Semua berjalan baik dan menyenangkan; meski sesungguhnya hati ini mulai 'sumelang' (bimbang) karena waktu loading yg dibutuhkan AdobeReader cukup 'lama'; browser plug-innya juga demikian loading dengan kecepatan bajaj di jaman pesawat ulang alik.
Kebimbangan menjadi 'malapetaka' ketika browser (FIREFOX 2.0) mulai heng ketika mencoba membuka dokumen PDF, akhirnya bahkan format dokumen PDF tidak mampu lagi dibukanya. Weleh...weleh. Gugling untuk mencari tahu, mayoritas sarannya : RE-INSTALL ! well... mulai re-install. Wow, tidak menyelesesaikan masalah. Gugling lagi kali ini ganti maksud untuk UN-INSTALL.

Putus asa; tidak ada satu petunjukpun dari belantara gugel untuk un-install AdobeReader; installernya tidak menyertakan un-installer. Wah kagak 'fair' nih. Bagi pengguna ubuntu lain, kalo mau install AdobeReader sebaiknya lewat synaptic aja; meski juag tidak tahu apakah melalui synaptic AdobeReader ini bisa di-UNINSTALL?

Akhirnya kerna jengkel saya hapus secara manual semua folder dan file yg berbau AdodeReader atau Acroread. Saya tahu ini tidak membuang AdobeReader secara keseluruhan, bahkan bisa menjadi masalah sebenarnya. Pilihan pengganti adalah FOXIT atau dari synaptic pilih XPDF. Secara significan jauh lebih CEPAT. Cuma saya belum tahu kalau kepingin menjadikan keduanya sebagai plug-in di browser.

Saya ingin mengkritik filosofi Adobe, tampaknya sekali install maka AdobeReader akan selamanya ngendon di PC kita; semacam 'perbudakan' neh. Atau minimal 'pemaksaan'. Syukurlah kalo synaptic bisa mengendalikan ambisi tersembunyi Adobe ini. Saran saya jauhi AdobeReader.

Sebagai alternatif gunakan FOXIT atau XPDF atau banyak reader lain yg kini disediakan distro. OOo mengimplant PDF Printer untuk mengubah OOo dokumen ke format PDF tapi filenya GEDE banget yak; gak ada PDF Optimisernya hahahaha (windows banget). Pilihan lain adalah CUPS-PDF, PDF Printer yg handal dan hasilnya memuaskan (ukuran filenya kecil).

salam
SIRBATS

21.2.07

Open Office 2.1 - Final Session


21 Februari 2007 : 19.37

Paling tidak itulah angka pada pojok kanan atas penanda waktu di monitorku. Ini ujung sebuah proses panjang 'kejengkelan' ; setelah kehilangan OOo 2.0.2 milik dapper, kuputuskan menginstall ulang ubuntu-box. Lagian sejak lama ingin membersihkan direktory /home di ubuntu box, karena sudah cukup penuh dengan file tak berguna hasil percobaan dengan berbagai desktop ubuntu, mulai ubuntu, kubuntu dan xubuntu, sampai akhirnya memutuskan kembali ke gnome (ubuntu).

dengan modal CD dapper hasil kiriman teman, mulai mengintall ulang, mengubah partisi menjadi 'lebih sederhana' tadinya partisi sbb :
/root
/boot
/usr
/swap
/home
/dokumen
/data
/swap
sengaja membuat dua swap mengikuti saran sebuah website. Dua partisi yg di-mount /dokumen dan /data tidak berani dikutik-kutik, terlalu banyak data disitu dan sejak awal dua-duanya menggunakan resiferfs. Singkat cerita dapper di reinstall dengan partisi :
/root
/swap
/home
/dokumen
/data
selesai install dapper langsung update ke edgy dengan 'internet' ... weleh membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk mendonlot 567 MB file pada malam hari dan bisa ditinggal bobok.

Akhirnya, dapper sudah naik pangkat ke edgy tanpa banyak kendala, kecuali boot-splash hilang, tapi pada dasarnya saya suka melihat huruf putih diatas layar hitam ketika ubuntu-box booting. Grub mendeteksi dengan tepat dan tidak butuh tweaking sama sekali. Satu hal yang bisa diyakini dan terbukti benar, colokkan semua periperal yg akan dipakai saat install, maka ubuntu akan mendeteksinya, termasuk Nokia E70 terdeteksi dan bisa digunakan untuk konek internet dengan gprs; tapi belum bisa di-mount untuk dikuprek file-file nya. Ntar aja dech !!

Dari rekan di milis, sebuah link berikan "coba bandingkan dengan langkah-langkah yang ada disini http://bodmas.org/blog/?p=523 , saya sudah coba install openoffice 2.1 lewat panduan di blog tersebut dan berhasil dengan baik.
Semoga dapat membantu : Ardian " Nasihat yg paik patut di coba. Dan eureka, berhasil dengan baik. Kini edgy sudah difituri OOo 2.1. Seperti gambar dipojok atas tuh.

Lain - lain nanti ya, ini cuma konfirmasi, link yang diberikan Ardian bisa dijadikan panduan.

salam
SIR BATS