27.2.07

PDF - Adobe Oh... Adobe

Siapapun pengguna komputer mungkin tahu kepanjangan PDF : Portable Document Format. Tapi bukan itu yang pengen dibahas. Adobe boleh disebut PIONER sebagai produsen PDF Reader dengan nama dagang : Acrobat Reader.

Pada mulanya (sekitar th 1990) seorang bernama John Warnock, salah satu founder Adobe menanggapi serius ide tentang PAPERLESS OFFICE, karena ditenggarai dengan perkembangan teknologi komputer membuat pemakaian kertas meningkat dengan tajam. Kekhawatiran penggunaan kertas yg tak terkendali akan mengancam PUNAHNYA HUTAN di dunia ini, maklum sampai hari ini bubur kayu atau dikenal dengan pulp masih menjadi bahan utama pembuatan kertas. John Warnock, menyuguhkan ide tentang penampakan (display) dokumen lengkap dengan gambar di layar komputer dan sangat ringan untuk ditransport menggunakan e-mail. Maka muncullah PDF, sebagai pilihan. PDF boleh dikatakan format file paling universal hampir seimbang dengan HTML.

Sejak itulah Adobe menjadi organisasi terkemuka dalam 'mencipta' dokumen PDF dan tentu saja READER-nya laris manis, bahkan digratiskan. Tapi perangkat pembuat PDF-nya (PDF Producer, Distiller, Printer) TIDAK GRATIS. Artinya kalau mau bikin bayar, kalau cuma liat GRATIS !

Pengguna LINUX gergetan untuk mampu membaca dokumen berformat PDF; Adobe tampaknya 'kurang serius' menggarap pengguna Linux, terbukti support mereka untuk meluncurkan PDF Reader versi linux tampaknya tidak sepenuh hati. Versi 4 luar biasa payah dan Versi 5 tidak banyak berubah. Lama tidak terdengar kabarnya, atau aku yg tidak mendengar. Sampai akhirnya muncul versi 7 dan dimaintain dengan baik oleh adobe.

Itu pula yang terjadi pada diriku. Pilihan kujatuhkan pada AdobeReader, donlot dan install, mudah dan 'INDAH' karena script instalasinya berjalan cepat dan interaktif. Semua berjalan baik dan menyenangkan; meski sesungguhnya hati ini mulai 'sumelang' (bimbang) karena waktu loading yg dibutuhkan AdobeReader cukup 'lama'; browser plug-innya juga demikian loading dengan kecepatan bajaj di jaman pesawat ulang alik.
Kebimbangan menjadi 'malapetaka' ketika browser (FIREFOX 2.0) mulai heng ketika mencoba membuka dokumen PDF, akhirnya bahkan format dokumen PDF tidak mampu lagi dibukanya. Weleh...weleh. Gugling untuk mencari tahu, mayoritas sarannya : RE-INSTALL ! well... mulai re-install. Wow, tidak menyelesesaikan masalah. Gugling lagi kali ini ganti maksud untuk UN-INSTALL.

Putus asa; tidak ada satu petunjukpun dari belantara gugel untuk un-install AdobeReader; installernya tidak menyertakan un-installer. Wah kagak 'fair' nih. Bagi pengguna ubuntu lain, kalo mau install AdobeReader sebaiknya lewat synaptic aja; meski juag tidak tahu apakah melalui synaptic AdobeReader ini bisa di-UNINSTALL?

Akhirnya kerna jengkel saya hapus secara manual semua folder dan file yg berbau AdodeReader atau Acroread. Saya tahu ini tidak membuang AdobeReader secara keseluruhan, bahkan bisa menjadi masalah sebenarnya. Pilihan pengganti adalah FOXIT atau dari synaptic pilih XPDF. Secara significan jauh lebih CEPAT. Cuma saya belum tahu kalau kepingin menjadikan keduanya sebagai plug-in di browser.

Saya ingin mengkritik filosofi Adobe, tampaknya sekali install maka AdobeReader akan selamanya ngendon di PC kita; semacam 'perbudakan' neh. Atau minimal 'pemaksaan'. Syukurlah kalo synaptic bisa mengendalikan ambisi tersembunyi Adobe ini. Saran saya jauhi AdobeReader.

Sebagai alternatif gunakan FOXIT atau XPDF atau banyak reader lain yg kini disediakan distro. OOo mengimplant PDF Printer untuk mengubah OOo dokumen ke format PDF tapi filenya GEDE banget yak; gak ada PDF Optimisernya hahahaha (windows banget). Pilihan lain adalah CUPS-PDF, PDF Printer yg handal dan hasilnya memuaskan (ukuran filenya kecil).

salam
SIRBATS

2 comments:

  1. PDF memang mantab..
    Thx bos' dah bikin daku tahu sejarah PDF.

    Gw sangat berterima kasih sekali sama pembuat PDF. Dengannya, gw bisa kirim file halaman koran siap cetak dari mana saja. Jadi tak perlu tenteng file ke redaksi.

    Mari kampanyekan PDF untuk menyelamatkan hutan!!

    ReplyDelete
  2. Anonymous13:51

    Terima kasih atas maklumat menarik

    ReplyDelete

Note: Only a member of this blog may post a comment.